Profil

Masjid Agung Nur Ala Nur berdiri megah di tepian Sungai Batang Gadis, tepatnya di Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Kehadirannya tidak hanya memperindah lanskap alam sekitarnya, tetapi juga menjadi pusat spiritual yang menghadirkan ketenangan bagi setiap jemaah yang datang. Suasana alami yang menyatu dengan lingkungan sekitar menjadikan masjid ini sebagai tempat yang nyaman untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 21.197 meter persegi, dengan luas bangunan mencapai 4.172 meter persegi, Masjid Agung Nur Ala Nur mampu menampung sekitar 2.250 jemaah di dalam ruangan. Kapasitas yang besar ini menjadikannya sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat, baik untuk pelaksanaan ibadah harian, kegiatan keislaman, maupun peringatan hari-hari besar Islam.
Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2005 dan melalui proses panjang hingga akhirnya rampung pada tahun 2029. Berdirinya Masjid Agung Nur Ala Nur tidak terlepas dari prakarsa dan dedikasi Bapak H. Amru H. Daulay, SH., yang memiliki visi besar untuk menghadirkan sebuah masjid yang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat.
Seiring perjalanannya, Masjid Agung Nur Ala Nur terus berkembang menjadi ruang yang hidup bagi masyarakat. Masjid ini diharapkan mampu menjadi tempat yang bersih, nyaman, dan aman bagi setiap orang yang beribadah, sekaligus menjadi pusat kegiatan religius, sosial, tarbiyah, serta pengembangan ekonomi kreatif umat. Dengan demikian, masjid ini tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga menjadi simbol kemakmuran, persatuan, dan kebangkitan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Komentar Terbaru